Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Membuat Skrip (Naskah) Untuk Video Youtube, Plus Contoh Agar Mudah Dipahami Pemula

Haruskah Membuat Skrip Untuk Video YouTube Anda? 

Jika Anda ingin membuat video Youtube yang lebih baik dan terlihat profesional maka jawabannya adalah YA!. Karena jika Anda tidak membuat skrip untuk video YouTube Anda, maka tidak efisien. Biasanya video akan menjadi acak-acakan, gak jelas, ngalor ngidul, amburadul, ngabisin durasi tanpa isi, haha..

Jika Anda perhatikan, setiap konten memiliki skrip. Acara TV, film, program berita, wawancara, acara radio, dan posting blog memiliki skrip. 


Membuat script bisa sangat detail seperti menulis keseluruhan drama. Tetapi juga boleh hanya garis besar tentang apa yang akan Anda bicarakan di video. Dengan begitu video Anda akan memiliki alur yang jelas yang membuat penonton juga mudah memahami.

Alasan lain kenapa Anda harus membuat skrip untuk videou YouTube Anda adalah membangun brand channel Anda. Karena dengan skrip yang konsisten memungkinkan penonton akan mengingat pola video Anda, dari pembukaan, isi konten, hingga penutupan.

Bagaimana Cara Membuat Script Video Youtube Anda?

Membuat script juga ada aturannya agar penonton betah menonton dari awal hingga akhir. 

Saat Anda berpikir untuk membuat skrip atau templat untuk skrip Anda, Anda harus membuatnya tetap sederhana. Yang harus Anda lakukan adalah memikirkan aspek penting yang ingin Anda tambahkan ke setiap video. 

Pastikan Anda memiliki awal, tengah, dan akhir. Jika Anda membuat konten tanpa awal, tengah, dan akhir, Anda masih memiliki konten, tetapi mungkin kontennya jelek. Inilah yang perlu Anda ketahui untuk membuat skrip video YouTube Anda.

1. Memancing Penonton (Hook)

Setelah penonton tertarik dengan judul dan thumbnail video Anda. Maka Anda memiliki 5-15 detik awal untuk memancing agar penonton tetap menonton video sampai akhir. Di 15 detik awal ini sebaiknya Anda jelaskan video ini mau bahas apa, jangan bertele-tele, cari kalimat menarik yang bisa bikin penasaran penonton.

Contoh:

"Hallo youtuber, kali ini saya akan mencoba ngasih tips bagaimana cara membuat script agar videomu hasilnya lebih seru! Simak terus ya!"

"Guys gua lagi di resotran Anu, ada makanan yang katanya gila banget enaknya. Ikutin terus ya!"

"Halo guys, David disini dan ini adalah Samsung Galaxy S30."

"Selamat datang kembali di Elppastore, kali ini saya mau preview Jakemy JM-8176 dan JM-8177, yuk kita bahas bisa buat bongkar apa saja, bahannya apa, harga berapa, dan bedanya apa diantara kedua obeng set ini?"

Untuk kata pembukaan ini sesuaikan sama jenis dan topik channel Anda. Pastikan di awal jangan menampilkan logo bumper dulu apalagi lama, karena bisa membuat penonton skip atau close video Anda. Intinya bikin penasaran dulu tentang isi video Anda, baru boleh munculkan logo bumper yang singkat 5-10 detik saja jangan lama-lama.

2. Perkenalkan Anda dan Channel Anda

Setelah kata-kata pancingan (5-15 detik), lalu mungkin menampilkan logo bumper atau branded intro (5-10 detik), selanjutnya Anda boleh perkenalkan diri atau perkenalkan channel Anda dan ajak penonton untuk subscribe.

Contoh:

"Oke, sebelum masuk pembahasan, buat yang baru pertama menonton channel Elppastore, channel ini membahas tentang jualan online, alat servis HP, bongkar HP, bongkar laptop, dan sejenisnya, silahkan subscribe biar rutin dapat informasi bermanfaat."

3. Content

Sekarang saatnya masuk ke konten. Bagian skrip ini akan selalu berbeda karena konten video Anda akan berbeda. 

Setiap creator juga pasti punya gaya menyampaikan pesan yang berbeda. Ada yang membuat skrip secara detail ada juga yang membuat garis besarnya saja.

  • Jika ingin membuat content yang seperti film, maka Anda harus membuat skrip secara detail. Ada sesinya, ada skrip apa yang perlu diucapkan, ada video yang perlu ditampilkan saat pengucapan sript tersebut.
  • Jika tidak ingin membuat skrip detail, pastikan Anda tulis saja hal terpenting yang ingin Anda bicarakan. Selama Anda tahu topik Anda, tidak masalah. Garis besarnya adalah agar Anda tidak melupakan apa yang ingin Anda bicarakan ketika Anda mulai merekam.

Penting untuk membuat isi yang mengalir, memastikan setiap poin menonjol dan terhubung dengan topik inti Anda.

Berikut adalah rumus tiga langkah sederhana untuk menyusun tubuh skrip Anda:

  1. Perkenalkan tiga hingga lima poin penting agar penonton tidak terlalu kebanjiran info.
  2. Uraikan setiap poin dengan menggunakan contoh untuk konteks jika diperlukan.
  3. Lengkapi isi dengan ringkasan dari apa yang baru saja Anda bagikan agar pesan Anda sampai.
  4. Sertakan CTA (call to action) atau ajakan untuk bertindak seperti ajakan subscribe like komen atau untuk membeli produk yang Anda promosikan. Beri tahu penonton apa yang harus dilakukan selanjutnya, seperti mengklik video Anda yang lainnya.

Contoh skrip detail:

Contoh skrp garis besar:

  1. Unboxing
  2. Bahas bahan, terbuat dari apa, apakah bahan ini bagus atau tidak, kuat atau tidak, dll
  3. Bahas fungsi, barang ini dibuat untuk segmen apa, untuk siapa, dll
  4. Bahas harga,
  5. dll yang penting-pentingnya
  6. Kesimpulan
  7. CTA
  8. Penutupan / Outro

 Content merupakan bagian terpanjang dari skrip, tapi ingat durasi ya.

4. Berapa durasi video yang optimal?

Ada aturan praktis sederhana yang harus diikuti saat memproduksi konten video.

Buatlah video yang padat informasi dan sesingkat mungkin. Dan ini semua berkaitan dengan jenis informasi yang Anda bagikan dan berapa banyak waktu yang Anda perlukan untuk menyampaikan pesan.

Penelitian oleh Wistia menunjukkan bahwa sweet spot, itu akan terjadi antara 6 dan 12 menit. Saya sendiri sering pilih video yang durasinya tidak terlalu panjang karena malas nonton lama-lama takut bertele-tele, tapi tidak terlalu singkat karena takut kurang informatif.

Tapi bagaimana dengan video yang melampaui batas 12 menit? Think Media merekomendasikan untuk memotong video Anda menjadi dua atau beberapa bagian. Dengan cara ini, Anda mendapatkan perhatian penuh dari pemirsa.

5. Ending / Outro / Closing

Terakhir biasanya setalah kesimpulan dan CTA. Anda bisa buat salam perpisahan atau ucapan terimakasih. Terserah gaya masing-masing aja.

Beberapa contoh statemen penutupan:

"Saya Dedi Irvan, JagatReviewTV."

"Oke, kabari saya kalau ada yang udah nyoba, nanti saya akan intip, oke semoga bermanfaat, sampai ketemu lagi mas bro."

"Demikian review GadgetIn buat Vivo Y53s, like kalau Anda suka video ini, dislike aja kalau gak suka, dan kita ketemu lagi di video selanjutnya, yo."

"Oke, demikian preview obeng set ini, kalau ada pertanyaan silahkan komentar, jangan lupa like dan share, subscribe juga kalau belum, terimakasih sudah menonton, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di video selanjutnya."

Contoh Video Bagus Yang Menggunakan Script

Sebagai tambahan, saya kasih video yang dibuat dengan menggunakan script yang detail. Video bule, dia seorang pembuat iklan dan film juga..

Contoh lain yang lokal juga banyak, seperti Jagat Review.

Oke, sementara segitu aja. Semoga bermanfaat. Sebagai pelengkap baca juga: Kerangka sederhana untuk membuat video viral!

Posting Komentar untuk "Membuat Skrip (Naskah) Untuk Video Youtube, Plus Contoh Agar Mudah Dipahami Pemula"