Iklan Header

Cara Kerja dan Fungsi Capacitor, Dioda, Resistor, dan Lilitan pada Smartphone

Pada artikel ini kita akan mengenal dan memahami fungsi Capacitor, Dioda, Resistor, dan Lilitan pada smartphone. Ini adalah bagian dari seri Kursus Teknisi HP Gratis Elppas.com.


Pada gambar diatas adalah mainboard Xiaomi Redmi 7A. Untuk melihat komponen-komponen elektronik pada smartphone akan lebih mudah jika kita memiliki gambar schematic ponsel tersebut.

Tetapi untuk mengetahui perbedaan fisik komponen Capacitor, Dioda, Resistor, dan Lilitan pada smartphone, berikut adalah ciri-cirinya:

  • Capacitor: biasanya bentuknya balok berwarna cream/coklat dengan kedua ujung warna silver timah.
  • Resistor: hampir mirip dengan capacitor, tapi biasanya warnanya hitam dan rata-rata ukurannya lebih kecil.
  • Dioda: biasanya warna hitam, bentuknya balok agak besar, memiliki 2 ujung timah di bagian bawah tidak sampai keatas seperti resistor.
  • Lilitan: bentuknya biasanya agak kotak dan berukuran agak besar dari capasitor.

Untuk penjelasan komponen masing-masing, apa dan fungsinya khususnya pada smartphone, silahkan lanjut membaca dibawah..

Apa itu Capacitor?

Capacitor adalah komponen elektronik yang digunakan untuk menyimpan dan memindahkan muatan listrik. Capacitor terdiri dari dua elektroda yang dipisahkan oleh bahan isolator disebut dielektrik. Saat diterima arus listrik DC, elektron mengumpulkan pada salah satu elektroda dan membuat muatan negatif sementara pada elektroda lain menjadi muatan positif. Kapasitas capacitor adalah ukuran muatan yang dapat disimpan dan dipindahkan oleh capacitor tersebut. Capacitor sering digunakan dalam aplikasi seperti pengatur tegangan, filtrasi frekuensi, dan pengatur daya.

Apa Fungsi capasitor pada smartphone?

Capacitor pada smartphone sering digunakan untuk beberapa tugas berikut:

  1. Stabilisasi tegangan: Capacitor digunakan untuk membantu menstabilkan tegangan yang masuk ke sirkuit dan meminimalisir fluktuasi tegangan yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen elektronik.
  2. Filter elektronik: Capacitor digunakan dalam filter elektronik untuk menghilangkan frekuensi tak diinginkan dan menjaga frekuensi yang diinginkan.
  3. Pengatur daya: Capacitor digunakan dalam pengatur daya untuk menyimpan energi sementara dan membebaskan energi secara bertahap seiring dengan kebutuhan.
  4. Proteksi hardware: Beberapa capacitor digunakan untuk melindungi hardware seperti layar sentuh dan kamera dari kerusakan yang disebabkan oleh fluktuasi tegangan.

Keseluruhan, capacitor memainkan peran penting dalam memastikan bahwa smartphone berfungsi dengan baik dan meminimalisir risiko kerusakan.

Apa itu Dioda?

Dioda adalah komponen elektronik satu arah yang memungkinkan arus listrik mengalir dalam satu arah saja. Dioda biasanya terdiri dari material semikonduktor seperti silikon, dan memiliki dua elektroda, anoda dan katoda. Saat tegangan positif diterapkan pada anoda dan tegangan negatif pada katoda, arus listrik akan mengalir melalui dioda dari anoda ke katoda. Namun, jika tegangan negatif diterapkan pada anoda dan tegangan positif pada katoda, arus listrik tidak akan mengalir. Ini membuat dioda berguna sebagai komponen pengatur arus dalam berbagai aplikasi elektronik.

Apa fungsi Dioda pada smartphone?

Dioda pada smartphone sering digunakan untuk beberapa tugas berikut:

  1. Proteksi arus terbalik: Dioda digunakan untuk melindungi sirkuit dari arus terbalik yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen elektronik.
  2. Pengatur tegangan: Dioda digunakan dalam pengatur tegangan untuk membatasi tegangan maksimum yang masuk ke sirkuit dan memastikan bahwa tegangan yang masuk berada dalam batas yang aman.
  3. Deteksi polaritas: Dioda digunakan untuk mendeteksi polaritas tegangan yang masuk ke sirkuit dan memastikan bahwa polaritas yang benar terhubung ke komponen elektronik.
  4. Konversi tegangan AC ke DC: Dioda digunakan dalam konverter tegangan untuk mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC yang dibutuhkan oleh banyak komponen elektronik.

Keseluruhan, dioda memainkan peran penting dalam memastikan bahwa smartphone berfungsi dengan baik dan meminimalisir risiko kerusakan.

Apa itu Resistor?

Resistor adalah komponen elektronik yang digunakan untuk membatasi arus listrik yang mengalir melalui sirkuit. Resistor memiliki resistance, atau hambatan, yang membatasi jumlah arus yang dapat mengalir melalui komponen. Nilai resistansi resistor ditentukan oleh material dan ukurannya. Resistor sering digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik untuk memastikan bahwa arus yang mengalir melalui sirkuit berada dalam batas yang aman dan untuk memodulasi sinyal elektronik.

Apa fungsi Resistor pada smartphone?

Resistor pada smartphone memiliki beberapa fungsi penting, diantaranya:

  1. Mengatur arus: Resistor digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir melalui komponen elektronik dan memastikan bahwa arus yang mengalir berada dalam batas yang aman.
  2. Pengatur tegangan: Resistor digunakan dalam beberapa sirkuit pengatur tegangan untuk memastikan bahwa tegangan yang masuk ke komponen elektronik berada dalam batas yang aman.
  3. Filtrasi sinyal: Resistor digunakan dalam beberapa sirkuit filtrasi untuk menghilangkan frekuensi tak diinginkan dari sinyal elektronik.
  4. Menghindari kontaminasi sinyal: Resistor digunakan untuk mencegah kontaminasi sinyal elektronik yang dapat mempengaruhi kinerja sirkuit.
  5. Proteksi komponen: Resistor digunakan untuk melindungi komponen elektronik dari tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan.

Keseluruhan, resistor memainkan peran penting dalam memastikan bahwa smartphone berfungsi dengan baik dan meminimalisir risiko kerusakan.

Apa itu Lilitan (komponen elektronik)?

Lilitan adalah komponen elektronik yang terdiri dari sebuah conductor berbentuk lingkaran atau spiral yang dikenal sebagai lilitan primer dan sekunder. Lilitan digunakan untuk mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC atau sebaliknya, memperkuat sinyal elektronik, dan mengontrol frekuensi dari sinyal AC.

Lilitan primer adalah lilitan yang terhubung langsung ke sumber tegangan dan mengalami perubahan tegangan saat arus mengalir melalui lilitan. Lilitan sekunder adalah lilitan yang terhubung secara induktif ke lilitan primer dan mengalami perubahan arus saat tegangan berubah pada lilitan primer.

Lilitan sering digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik, seperti pengubah tegangan, amplifier, dan oscillator. Mereka memainkan peran penting dalam memastikan bahwa smartphone berfungsi dengan baik dan meminimalisir risiko kerusakan.

Apa fungsi Lilitan pada smartphone?

Lilitan pada smartphone memiliki beberapa fungsi penting, diantaranya:

  1. Pengubah tegangan: Lilitan digunakan dalam pengubah tegangan untuk mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC yang dibutuhkan oleh komponen elektronik dalam smartphone.
  2. Perkuatan sinyal: Lilitan digunakan dalam amplifier untuk memperkuat sinyal elektronik yang lemah, seperti sinyal suara, sehingga dapat diterima dengan baik oleh speaker smartphone.
  3. Kontrol frekuensi: Lilitan digunakan dalam oscillator untuk mengontrol frekuensi dari sinyal AC yang dibutuhkan oleh beberapa komponen elektronik dalam smartphone, seperti pemantau frekuensi lokal.
  4. Filtrasi sinyal: Lilitan dapat digunakan dalam beberapa sirkuit filtrasi untuk menghilangkan frekuensi tak diinginkan dari sinyal elektronik.
  5. Proteksi komponen: Lilitan dapat digunakan untuk melindungi komponen elektronik dari arus tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan.

Keseluruhan, lilitan memainkan peran penting dalam memastikan bahwa smartphone berfungsi dengan baik dan meminimalisir risiko kerusakan.

Posting Komentar untuk "Cara Kerja dan Fungsi Capacitor, Dioda, Resistor, dan Lilitan pada Smartphone"