Niat Puasa Syawal dan Tata Cara Shaum Sunnah 6 Hari Setelah Idul Fitri

Umat Islam dianjurkan untuk memunaikan ibadah puasah sunnah di bulan Syawal. Bagaimana niatnya? Apa keutamaannya dan bagaimana tata cara pelaksanaannya?


Setelah berpuasa wajib di bulan Ramadan, mudik, merayakan dengan bermaaf-maafan dan saling mengucapkan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 (1 Syawal). umat Islam dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Keutamaan Puasa Syawal


Puasa Ramadhan ditambah puasa Syawal diibaratkan seperti puasa selama setahun penuh.


Hukumnya adalah sunnah muakkadah, yang berarti sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim, no. 1164)

Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak ketinggalan puasa sunnah muakkadah yang sangat besar pahalanya ini.

Berbagai keutamaan istimewa akan didapat bagi yang mengerjakannya. Puasa enam hari di bulan Syawal akan menyempurnakan pahala puasa Ramadan.

Berikut ini keutamaan puasa Syawal:

  • Puasa enam hari Syawal setelah puasa Ramadan berarti meraih pahala puasa setahun penuh.
  • Sebagai penyempurna kekurangan yang terdapat dalam fardhu.
  • Tanda bahwa Allah menerima puasa Ramadannya, sebab Allah apabila menerima amal seorang hamba maka Dia akan memberikan taufiq kepadanya untuk melakukan amalan shalih setelahnya.
  • Ungkapan syukur setelah Allah mengampuni dosanya dengan puasa Ramadan.
  • Tanda keteguhannya dalam beramal shalih, karena amal shalih tidaklah terputus dengan selesainya Ramadan tetapi terus berlangusng selagi hamba masih hidup.

Waktu Puasa Syawal 2019/1440H


Puasa Syawal dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), tetapi pada saat hari raya diharamkan berpuasa, jadi puasa Syawal bisa dimulai antara 2 Syawal hingga 30 Syawal yang pada tahun 2019 jatuh pada tanggal 6 Juni hingga 4 Juli 2019.
  • Menurut madzhab Syafi’i dan Hanafi, puasa Syawal yang dikerjakan secara berurutan sejak tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal lebih utama daripada tidak berurutan.
  • Menurut pendapat Imam Ahmad, puasa Syawal boleh dilakukan secara berurutan, boleh pula tidak berurutan. Dan tidaklah yang berurutan lebih utama daripada yang tidak berurutan. (Dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq).
  • Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam bukunya Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, puasa Syawal boleh dikerjakan terpisah-pisah alias tidak berurutan. Namun yang lebih afdhal (utama) adalah dikerjakan berurutan dan langsung setelah hari raya. Sebab hal itu berarti menyegerakan ibadah.
  • Tidak dianjurkan puasa ini khusus di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu karena adanya larangan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Para ulama menjelaskan bahwa larangan itu menegaskan makruhnya puasa di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu. 
Jika Anda memiliki udzur yang mengakibatkan saat bulan puasa Ramadhan tidak boleh puasa, maka sebaiknya mengqadha’ puasa Ramadhan terlebih dahulu lalu mengerjakan puasa sunnah di bulan Syawal sehingga keutamaannya pun bisa diperoleh. 

Niat Puasa Syawal


Mengutip dari bersamadakwah.net, sebenarnya niat puasa syawal tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tapi bagi yang ingin melafazkan niat, berikut ini niat puasa enam hari di bulan Syawal.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala

Tata Cara Puasa Syawal


Untuk pelaksanaannya, tak sedikit umat muslim yang mempertanyakan mengenai tata cara puasa Syawal.

Sebagian besar wanit mungkin akan bimbang mana yang harus didahulukan antara puasa Syawal atau puasa qodho’.

Dianjurkan bagi Muslimah untuk menunaikan puasa qodho’ terlebih dahulu daripada puasa syawal.

Masih mengutip dari sumber yang sama, muslim.or.id, berikut ini tata cara pelaksanaan puasa Syawal.

  • Dilakukan selama enam hari
  • Utamanya dilakukan sehari seusai Idul Fitri, namun tidak masalah jika dilakukan di akhir asal tetap di bulan Syawal
  • Lebih utama dilakuak beruruta, namun tidak mengapa dilakukan tidak berurutan
  • Usahakan melakukan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mempeoleh ganjaran puasa Syawal yakni puasa setahun penuh.
  • Boleh dilakukan pada hari Jumat dan Sabtu.

Video tata cara dan penjelasan puasa syawal ustad Adi Hidayat:


Video tata cara puasa syawal ustad Abdul Somad:


 Semoga bermanfaat. Mohon dikoreksi apabila ada yang salah.

0 Response to "Niat Puasa Syawal dan Tata Cara Shaum Sunnah 6 Hari Setelah Idul Fitri"

Posting Komentar