Cerita Umroh ku, Gimana Sih Tahapan dan Pelaksanaan Umroh Itu? Full Foto

Pembahasan tata cara Umroh serta tahapan dan pelaksanaanya mungkin sudah banyak yang membahas. Tapi Elppas akan menyajikannya secara berbeda, yaitu berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi pembawaannya lebih ke cerita yang disertai foto agar lebih mudah Anda membayangkannya.

Btw, umroh saya melalui Travel Uhud Tour. Berangkat dari Indonesia, bandara Soekarno Hatta Tangerang/Jakarta dan mendarat di bandara Jeddah. Dari situ tidak langsung ke Makkah jadi tidak langsung Umroh, tapi ke Madinah dulu.
Pelataran Masjid Nabawi Madinah
Ya biasanya ada yang langsung ke Makkah ada juga yang ke Madinah dulu. Bedanya nanti adalah posisi miqat-nya saja.

Di Madinah selama 4 hari memperbanyak ibadah di masijd Nabawi karena pahalanya 1000x lipat, selain itu ada city tour, dan atau belanja oleh-oleh.

Hari terakhir di Madinah inilah mulai pelaksanaan Umroh, menuju Makkah.

Pelaksanaan Umroh



Berihram dan niat Umroh


Dari hotel di Madinah yang terletak di sekitar Al Masjid An Nabawi, subuh/pagi-pagi kita sudah (1) mandi besar (janabah) karena itu merupakan sunnah, lalu menggunakan pakaian (2) ihram, dua buah kain putih yang dijadikan sarung dan selendang tanpa pakaian dalam yang berjahit. Posisi ihram masih ditutup (tidak membuka lengan kanan).

Dari hotel, naik bus (berdo'a keluar rumah/safar dipandu pak ustadz), hanya sekitar 15 menit sampai di masjid Dzulhulaifah (Bir Ali), disinilah Miqat (batas bagi dimulainya ibadah umroh/haji) bagi yang datang dari Madinah. Sedangkan jika dari Indonesia langsung ke Makkah maka kita harus memakai ihram di pesawat biasanya ketika berada di atas Yalamlam.
Miqat Masjid Dzulhulaifah (Bir Ali) Madinah
Di masjid Bir Ali kita sholat sunnah seperti kita mendatangi masjid lain. Rukun umroh yang dilakukan di miqat ini adalah memakai pakaian ihram dan berniat untuk umroh/haji.

Niat umroh diucapkan secara jahar (keras), berikut bacaan (3) niat umroh:

Labbaikallahumma Umratan, yang artinya "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk umrah."

Mengucapkan niat berarti sudah memasuki ibadah umrah.

Waktu itu niat diucapkan di dalam bis ketika masih berada di lokasi masjid Bir Ali.

Setelah berniat maka berlaku larangan-larangan selama ibadah umroh, diantaranya:
  • Melakukan hubungan intim
  • Bercumbu, mencium, dan atau memandang lawan jenis dengan syahwat
  • Mencukur rambut kepala
  • Memotong kuku
  • Menikah, melamar atau menikahkan
  • Membunuh binatang buruan
  • Memakai parfum atau wangi wangian
  • Mengenakan pakaian yang berjahit
  • Menutup kepala seperti peci atau sorban
  • Untuk wanita, tidak boleh memakai cadar dan sarung tangan
  • Mendekati kemaksiatan atau bermaksiat, berdebat, dan bermusuhan
  • Memakan daging binatang buruan hasil buruannya 
Selanjutnya bis menuju Makkah dengan perkiraan waktu tempuh perjalanan sekitar 5-6 jam (termasuk istirahat sholat dzuhur-ashar di jama).

Sepanjang perjalanan disunnahkan bertalbiyah..

  لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

 Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak 

"(Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu)."

Thawaf


Sampai di kota Makkah kita check in hotel, saat itu menjelang maghrib, menyimpan barang-barang di kamar, boleh beristirahat, makan atau tidur sebelum thawaf.

Setelah makan dan sholat maghrib-isya, dan (1) berwudhu (bersuci dari hadats besar dan kecil) barulah kita berangkat menuju masjid Al Haram dengan menggunakan ihram (masih tertutup pundak dan lengan kanan), jalan kaki beberapa puluh-ratus meter. Disarankan pakai sandal jepit saja karena di masjid sandal harus dilepas dan kita masukkan ke kantong plastik, simpan dalam tas.

(2) Masuk Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil membaca do'a masuk masjid pada umumnya..

اَللّهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ


A‌llahummaf-tahlii abwaaba rahmatika

“(Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu untukku).”

Pada saat itu juga, sebelum thawaf barulah melakukan (3) idhthiba', yaitu memasukkan salah satu sisi kain ihram ke bawah ketiak kanan dan meletakkan ujungnya di atas pundak kiri.

(4) Thawaf dimulai dari sudut/rukun Hajar Aswad (sebelah pintu Ka'bah, atau sebelum maqom Ibrahim, atau ditandai lampu neon berwarna hijau di dinding Masjidil Haram).
Thawaf
Putaran pertama disunnahkan mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya. Jika kondisi tidak memungkinkan maka cukup mengangkat tangan kanan (tanpa mencium tangan) lalu membaca:

Allahuakbar atau Bismillahi Allahuakbar.
  • Jangan mendesak atau mendorong
  • Thawaf mengelilingi Ka'bah dengan posisi pundak kiri selalu sejajar dengan Ka'bah
  • Satu putaran dari Hajar Aswad sampai kembali ke Hajar Aswad
  • Laki-laki disunnahkan berlari kecil antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada 3 putaran pertama saja (hanya jika memungkinkan ketika tidak terlalu banyak yg thawaf), selebihnya berjalan biasa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
  • Mengusap Rukun Yamani dengan tangan kanan tanpa do'a tertentu pada setiap putaran. Jika tidak memungkinkan maka tidak usah karena banyak orang nempel disitu padahal seharusnya cukup mengusap saja.
  • Menempelkan dada, pipi, kedua lengan dan telapak tangan hanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW di Multazam (dinding Ka'bah antara Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah) 
Diantara Rukun Yamani ke Hajar Aswad pada setiap putaran dianjurkan membaca:

"Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab Neraka."

Dari Hajar Aswad menuju Rukun Iraqi, Syami, dan ke Yamani tidak ada bacaan atau dzikir khusus. Anda boleh berdoa sesuai keinginan (do'a pribadi atau keluarga dan sebagainya). Anda juga boleh berdzikir yang mudah seperti:

Subhannallah wabihamdihi

Subhannallahil'adzim

Astagfirullahaladzim

Putaran kedua dan ketiga sama seperti putaran pertama.

Putaran keempat sampai ketujuh sama, tapi tidak usah lagi berlari-lari kecil. Putaran ketujuh (terakhir) tidak perlu lagi mengusap atau memberi isyarat ke Hajar Aswad.

(5) Menutup kembali pundak kanan dengan kain ihram seperti semula. Lalu menuju maqam Ibrahim atau dibelakangnya dan membaca:

"... Dan jadikanlah Maqam Ibrahim itu tempat shalat..." (QS. Al-Baqarah: 125)

(6) Mengerjakan Shalat Sunnah setelah Thawaf

(7) Meminum Air Zam-zam

Sa'i


Setelah minum air zam-zam kita menuju ke bukit Safa..

Bukit Safa
Setelah dekat bukit Safa seperti di foto, kita membaca surat Al-Baqarah: 158

<إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

"Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah: 158)

Lalu dianjurakan membaca:

أَبۡدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ

"Aku memulai dengan apa yang dimulai Allah." (HR. Muslim (no. 1218 [147]).

Setelah itu kita melakukan Sa'i dengan berjalan dari bukit Shofa ke bukit Marwah lalu kembali ke bukit Shofa lalu ke Marwah lagi (sebanyak 7 kali, bukan 7 putaran). Berakhir di bukit Marwah maka selesailah Sa'i.

Tahallul


Terakhir, kita pergi ke barber shop untuk potong rambut.

Tahallul, botak lebih utama
Bersambung dulu karena sudah malam.. nanti saya update lagi karena belum detail :)

0 Response to "Cerita Umroh ku, Gimana Sih Tahapan dan Pelaksanaan Umroh Itu? Full Foto"

Posting Komentar