Perkembangan, Perbandingan Kecepatan dan Fitur Qualcomm Quick Charge 1.0/2.0/3.0/4.0/4+

Quick Charge™ adalah teknologi yang terdapat pada sistem-on-chip Qualcomm Snapdragon untuk mengisi daya perangkat lebih cepat daripada rata-rata USB standar. Teknologi ini memungkinkan Voltase dan Ampere lebih tinggi dari 5V dan 2A. Dari Quick Charge v3.0 dan seterusnya, teknologi penggeraknya dinamakan INOV (Intelligent Negotiation for Optimal Voltage).

Kalau bahasa awamnya..

"Quick Charge" adalah teknologi yang dirancang Qualcomm untuk mempercepat pengisian baterai di perangkat mobile.

Jadi tidak perlu lama-lama lagi nge-cas sampai berjam-jam.

Perkembangan: Kecepatan, Perbedaan, dan Fitur/Teknlogi yang Terdapat pada Quick Charge 1.0/2.0/3.0/4.0/4+?



Berikut gambaran perbandingan/perbedaan kecepatan pengisian baterai antara ponsel lama tanpa fitur Fast/Quick Charge..


Dan dari generasi ke generasi, Quick Charge semakin cepat mengisi baterai perangkat mobile..


Qualcomm Quick Charge 1.0 (pertama) dirilis tahun 2013 yang diklaim lebih cepat 40% dari charger standar. QC1 ini memiliki output 5V~2A, dengan beberapa teknologi yang dapat mengoptimalkan pengisian baterai, diantaranya:
  • AICL (Automatic Input Current Limit), berfungsi sebagai pembatas arus input otomatis.
  • APSD (Automatic Power Source Detection), berfungsi sebagai pendeteksi otomatis sumber daya.
Di generasi berikutnya yang dirilis tahun 2015, pada Quick Charge 2.0, yang diklaim lebih cepat 1,5x dari QC1 memiliki beberapa teknologi tambahan, diantaranya:
  • AICL
  • APSD
  • HVDCP (High Charge Downstream Charge Port) yang memungkinkan voltase yang lebih tinggi untuk dilewatkan melalui kabel USB. Dengan HVDCP, pengisi daya QC2.0 dapat mengirim standar 5v atau hingga 9v atau 12v jika diperlukan. Hal ini tentu saja mengharuskan perangkat untuk bernegosiasi dengan pengisi daya untuk meminta tegangan yang lebih tinggi sehingga dapat mengirim watt yang lebih tinggi.
  • Dual Charge/Paralel Charging, untuk membantu menjaga perangkat Anda tetap dingin. Kinerja dan efisiensi yang lebih baik dengan mengisi daya di dua jalur.
Satu tahun kemudian muncul Quick Charge 3.0 yang diklaim lebih cepat 2x dari generasi pertama, dengan menambahkan beberapa fitur baru..
  • AICL, APSD
  • HVDCP+
  • Parallel Charging+
  • INOV 1.0 & 2.0 (Intelligent Negotiation for Optimum Voltage) yang merupakan penerus skema 5/9/12v dari HVDCP. Ini masih berfungsi melalui kabel USB yang sama alias port dari HVDCP tetapi INOV menambahkan lebih banyak rincian untuk skema. Iterasi baru ini dapat memvariasikan tegangan dari 3,6 ke 20v dalam langkah 200mV seperti yang disyaratkan perangkat. Ini juga memungkinkan hingga arus 3A dengan total antara 10 dan 60W dikirim ke perangkat.
  • Battery Saver Technologies (BST). Apa yang dilakukannya adalah menentukan arus pengiriman tertinggi yang dapat diambil baterai tanpa merusaknya, dan melakukannya dengan cepat. Hal ini memungkinkan pengisian berlangsung pada kecepatan puncak yang dapat diambil baterai, langkah-langkah 200mV berguna di sini, tanpa terlalu mengambil kehidupan dari sel. Sementara pengisian daya apa pun akan menurunkan sel, dengan INOV dan BST masa lalu membunuh baterai setelah beberapa lusin pengisian cepat diharapkan berakhir.
Lalu pada tahun 2017 penyempurnaan terus berlanjut menjadi Quick Charge 4.0 yang diklaim 2,5x lebih cepat dari versi awal. Beberapa fitur lama diperbaiki dan bertambah fitur lainnya..
  • AICL, APSD
  • HVDCP+
  • Parallel Charging+
  • INOV 3.0
  • BST 2.0
  • USB-Power Delivery Support, sehingga dapat meningkatkan arus sampai 27 watt.
  • Cable Quality Detection
Quick Charge 4+ memiliki fitur yang sama dengan QC4.0, hanya saja dalam hal kecepatan, dengan teknologi Quick Charge 4+, perangkat yang diaktifkan dapat memperoleh hingga 50 persen hanya dalam 15 menit (pada baterai 2750mAh).

Smartphone yang Mendukung Quick Charge


Sebelumnya Anda harus pahami ini dulu..

Di dalam smartphone itu ada chipset, di dalam chipset itu ada processor, GPU, dan juga salah satunya ada disematkan teknologi khusus untuk pengaturan pengisian daya baterai agar lebih cepat dan efisien

Pada chipset Qualcomm Snapdragon teknologi tersebut dinamakan Quick Charge. (di chipset merk lain juga ada, namanya lain lagi, tidak akan dibahas disini)

Jadi, smartphone/perangkat mobile yang mendukung Quick Charge adalah yang berprocessor Qualcomm Snapdragon

Smartphone dengan processor Qualcomm Snapdragon
SoC processor Qualcomm Snapdragon 835 dgn Extend Feature Quick Charge 4.0
Berikut tabel fitur dari generasi ke generasi teknologi Quick Charge, dan processor yang didukungnya..

Teknologi Voltase Ampere Max Power Tanggal
Release
Processor yang mendukung
Quick Charge 1.0 5 V 2 A 10 W 2013 Snapdragon 600
Quick Charge 2.0 5 V, 9 V, 12 V 2 A, 2 A, 1.67 A 18 W 2015 Snapdragon 200, 208, 210, 212, 400, 410, 412, 415, 425, 610, 615, 616, 800, 801, 805, 808, 810.
Quick Charge 3.0 3.6 V hingga 20 V, dinamik dgn peningkatan 200 mV 2.5 A atau 4.6 A 18 W 2016 Snapdragon 427, 430, 435, 450, 617, 620, 625, 626, 632, 650, 652, 653, 665, 820, 821
Quick Charge 4 3.6 V hingga 20 V, peningkatan 200 mV melalui charger QC
5 V, 9 V melalui USB-PD
2.6 A or 4.6 A via QC 18 W (9 V * 2 A) via QC 2017 Snapdragon 630, 636, 660, 710, 835
Quick Charge 4+ 3 V hingga 11 V, dalam tingkatan 20 mV dan 0 A hingga 3 A peningkatan 50mA melalui USB-PD 3.0 PPS (programmable power supply) 3 A via USB-PD
27 W via USB-PD
2017 Snapdragon 670, 675, 712, 730, 730G, 845, 855

Apakah smartphone Anda berprocessor Qualcomm Snapdragon yang ada di tabel diatas? Jika ya, maka kemungkinan smartphone Anda sudah mendukung fitur Quick Charge.

Tapi tergantung pada desain manufaktur smartphone-nya juga. Contoh: Samsung Galaxy S7 Edge - Cipset Snapdragon 820 tapi hanya bisa Quick Charge 2.0 bukan 3.0. Ada juga ponsel yang processornya sudah mendukung Quick Charge tapi fiturnya tidak diaktifkan.

Cara Agar Quick Charge Berfungsi


Sesudah dipastikan smartphone Anda berprocessor Snapdragon yang didalamnya ada fitur tambahan QC. Anda harus menggunakan charger yang juga sudah mendukung QC.

Apabila salah satu tidak mendukung maka tidak akan berfungsi.

Contoh 1: Charger QC 3.0, HP QC 3
Charger saya Orico QTW-1U Quick Charge 3, HP Xiaomi Mi5 (Snapdragon 820) maka akan berfungsi cas dengan teknologi QC3

Contoh 2: Charger QC 3.0, HP QC2
Charger saya Orico QTW-1U Quick Charge 3, HP Samsung Galaxy S8 (Snapdragon 835) maka akan berfungsi pengisian daya dengan QC2. Kok cuma QC2? Ya tergantung desain manufaktur nya.

Contoh 3: Charger QC 3.0, HP Tidak Mendukung QC
Charger saya Orico QTW-1U Quick Charge 3, HP iPhone 5s (Apple) maka kecepatan cas hanya akan berfungsi standar iPhone 5s yaitu 5V 1A

Charger Quick Charge


Ada banyak merk charger yang sudah mendukung Quick Charge. Untuk detilnya bisa dilihat langsung di halaman situs Qualcom Quick Charge.



Di Indonesia ada beberapa merk yang beredar diantaranya:
  • Anker
  • Aukey
  • Tronsmart
  • Orico
  • Voxlink, dll..
Yang bagus menurut saya Anker/Aukey/Tronsmart/Orico, sedangkan untuk Voxlink build quialitynya agak kurang bagus.

Power Bank Quick Charge


Powerbank juga sudah banyak yang mendukung teknologi Quick Charge, baik input maupun output.


Beberapa merk yang beredar di Indonesia diantaranya:

Kesimpulan

Quick Charge = teknologi pengisian baterai perangkat mobile dengan cepat dan efisien dari Qualcomm.

Perangkat mobile/smartphone berprocessor Qualcomm Snapdragon + Charger Quick Chage = Nge-cas lebih cepat.

Ok, segitu dulu. Jika ada pertanyaan silahkan di komentar.

3 Responses to "Perkembangan, Perbandingan Kecepatan dan Fitur Qualcomm Quick Charge 1.0/2.0/3.0/4.0/4+"

  1. kalo HP ga support QC hanya max 1A apakah di jejelin PB yg QC 3.0 bahaya ga ya ke HP nya. katany mrrusak Emmc lah merusak touchscrenn..

    BalasHapus
  2. ga bahaya soalnya teknologi qc 3 bisa menyesuaikan output dengan perangkat yang diisi malah charging nya lebih cepat dari charger ori

    BalasHapus
  3. Gan. Maaf mau nanya. Saya pakai s8 sein yg chip nya ecynos. Apakah bisa menggunakan charger QC 3.0? Apakah bisa support? Mohon penjelasan nya ya

    BalasHapus